MERIAHKAN ISRA MI'RAJ 1447 H, WARGA DESA PENARUBAN GELAR PENGHAYATAN SPIRITUAL DAN SILATURAHMI
Penaruban, Purbalingga – Cahaya lampu menyinari halaman rumah Aris Cahyono, Ketua RW 03 Desa Penaruban, pada Sabtu malam, 3 Januari 2026. Udara sejuk khas Penaruban tidak menyurutkan semangat ratusan warga yang memadati lokasi untuk mengikuti peringatan agung Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah. Acara yang digelar secara khidmat dan penuh hikmah ini berhasil memadukan kajian spiritual mendalam dengan nuansa silaturahmi yang hangat di antara warga.
Peringatan tahun ini mengusung semangat untuk menggali kembali makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan modern. Rangkaian acara disusun apik, dimulai tepat setelah shalat Maghrib berjamaah dan berlanjut hingga larut malam, diiringi gemerlap bintang di langit Purbalingga.
Rangkaian Acara Penuh Khidmat
Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara merdu dan penuh penghayatan oleh Ustadz Agus Riyadi. Suaranya yang jernih membawa seluruh jamaah larut dalam ketenangan, menyiapkan hati dan pikiran untuk menyerap hikmah Isra Mi'raj. Selanjutnya, majelis tahlil dipimpin langsung oleh seorang ulama kharismatik, Kyai Akhmad Sukamto. Di bawah bimbingannya, lafadz tahlil menggema menyatu dengan doa-doa untuk keselamatan warga, para leluhur, serta bangsa dan negara.
Kepala Desa Penaruban, Bapak Kamsir, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif warga RT 01 RW 03. “Acara seperti ini bukan sekadar ritual, tetapi adalah benteng kita. Benteng untuk menjaga iman, moral anak-anak kita, dan kekompakan kita sebagai satu komunitas. Mari kita jadikan momentum Isra Mi’raj ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial kita,” pesannya di hadapan warga yang hadir. Sambutan ini semakin mengukuhkan komitmen pemerintah desa dalam mendukung kegiatan kerohanian masyarakat.
Sebelum memasuki inti acara, Kyai Hasanudin memberikan muqodimah atau pengantar yang memukau. Dengan gaya bahasa yang lugas dan analogi yang mudah dicerna, beliau mengajak jamaah untuk membayangkan kebesaran peristiwa Isra Mi’raj. “Ini adalah perjalanan hati dan ruhani tertinggi. Jika Nabi dibawa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, maka tugas kita adalah ‘bepergian’ meninggalkan sifat-sifat buruk menuju akhlak yang mulia,” serunya berapi-api.
Kyai Nur Nasukha Paparkan Fadhilah Puasa Rajab
Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan oleh pembicara utama, Kyai Nur Nasukha, seorang ulama muda yang dikenal luas di wilayah Tidu, Kecamatan Bukateja, dan sekitarnya. Dengan mendalam, Kyai Nur Nasukha mengupas tuntas tentang Fadhilah (Keutamaan) Berpuasa di Bulan Rajab.
Beliau memulai dengan penjelasan bahwa Rajab adalah salah satu dari Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan), bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. “Bulan Rajab adalah bulan persiapan. Ibarat seorang petani, Rajab adalah masa membajak tanah dan menyiapkan bibit. Syakban adalah masa menanam, dan Ramadhan adalah masa memanen. Mustahil kita dapat panenan maksimal di Ramadhan tanpa persiapan di Rajab dan Syakban,” ungkapnya dengan metafora yang sangat mengena.
Kyai Nur Nasukha kemudian merinci keutamaan-keutamaan puasa sunnah di bulan Rajab. Di antaranya adalah sebagai bentuk penyucian diri (tathhir), penghapusan dosa-dosa, serta pengunci dari neraka. “Rasulullah SAW bersabda, ‘Puasa sehari di bulan Rajab, pahalanya seperti puasa sebulan.’ Ini menunjukkan betapa agungnya kemuliaan bulan ini. Namun, puasa Rajab bukanlah puasa wajib. Ia adalah sunnah mu’akkadah yang sangat dianjurkan, terutama untuk membangun momentum cinta ibadah,” jelasnya sambil menyitir beberapa hadits shahih.
Tausiyah yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut disimak dengan antusias oleh seluruh hadirin. Suasana hening sesekali pecah dengan lantunan shalawat dan ungkapan takbir. Banyak warga yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Semarak Hiburan dan Penutupan Penuh Makna
Setelah sesi tausiyah yang padat, acara dihibur dengan penampilan grup Delila Entertainment. Grup musik religi ini membawakan shalawat dan nasyid dengan aransemen modern yang menggugah semangat. Warga pun larut, beberapa bahkan ikut berdendang dan bertepuk tangan, menciptakan suasana riang gembira sekaligus tetap religius. Kolaborasi antara pesan spiritual yang dalam dan hiburan yang sehat ini menjadi salah satu daya tarik acara.
Selaku tuan rumah dan Ketua RW 03, Aris Cahyono mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan acara. “Alhamdulillah, antusiasme warga luar biasa. Tujuan kami sederhana, ingin menguatkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah sekaligus. Acara ini dibiayai secara swadaya dan gotong royong warga, ini bukti kebersamaan kita masih sangat kuat,” ujarnya dengan senyum puas.
Pembawa acara, Syafiq Nurlaeli dsn Nur Khoeriyah dengan lancar dan penuh kharisma memandu seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir, menjaga alur dan kekhidmatan majelis.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Nur Nasukha, berisi permohonan agar warga Desa Penaruban dan seluruh umat Islam diberi kekuatan untuk meneladani hikmah Isra Mi’raj, serta dilimpahkan keberkahan, kesehatan, dan rezeki yang melimpah. Doa juga dipanjatkan untuk keselamatan dan kemajuan Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, dan Kabupaten Purbalingga pada umumnya.
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di RW 03 Desa Penaruban ini tidak hanya menjadi ajang penguatan iman, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat menjadi perekat sosial yang kuat di tingkat akar rumput. Sebuah tradisi yang diharapkan terus berlanjut dan menjadi penanda identitas masyarakat yang religius, cerdas, dan bersahaja.
aCARA INI JUG DISIARKAN SECARA LIVE DI CHANNEL YOUTUBE ANTIDAS DAN TIK TOK @BangAlly