You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Penaruban
Penaruban

Kec. Bukateja, Kab. Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah

Situs web Desa Penaruban menyediakan berbagai informasi publik, termasuk artikel tentang asal usul desa, data wilayah, dan susunan pemerintahan yang diperbarui secara berkala

POSYANDU REMAJA SIGAP, WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN GENERASI PENERUS DESA PENARUBAN

Pemdes Penaruban 30 Desember 2025 Dibaca 10 Kali

POSYANDU REMAJA “SIGAP”: WUJUD KEPEDULIAN TERHADAP KESEHATAN GENERASI PENERUS DESA PENARUBAN

Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga – Di tengah terik matahari yang menyengat, Senin, 29 Desember 2025, aura semangat dan antusiasme justru memancar dari Aula Balai Desa Penaruban. Sebanyak 56 remaja, putra dan putri, dengan seragam sekolah dan busana kasual, duduk rapi menyimak dengan khidmat. Suara-suara tawa ceria sesekali memecah keseriusan materi yang disampaikan. Inilah gambaran semangat dari pelaksanaan Posyandu Remaja SIGAP (Sehat, Inspiratif, Giat, Agamis, dan Produktif) yang digelar di desa tersebut. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Penaruban bersama Puskesmas Kutawis ini menjadi penanda komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan reproduksi.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Penaruban, Bapak Kamsir,S.Sos menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap keberlanjutan program ini. “Pemdes sangat mendukung penuh kegiatan Posyandu Remaja ini. Kalian adalah aset terbesar desa, calon pemimpin masa depan. Kesehatan kalian adalah prioritas kami. Jangan anggap remeh masalah kesehatan, apalagi yang berkaitan dengan reproduksi. Manfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, bertanyalah, dan jadilah duta kesehatan di antara teman sebaya kalian,” ujar Kamsir,S.Sos penuh semangat, disambut tepuk tangan para peserta.

Hadir sebagai narasumber utama, dua tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Kutawis, Bidan Sutirah dan Bidan Desa Penaruban, Adiyati. Mereka didampingi oleh Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), Warsiti, yang juga aktif memantau dan mendampingi remaja di desa tersebut. Kehadiran mereka berhasil mencairkan suasana dan membuat materi-materi sensitif menjadi mudah dicerna.

Bidan Sutirah: Membongkar Mitos, Mengedukasi Fakta Seputar Kesehatan Reproduksi Remaja

Sesi pertama dipandu oleh Bidan Sutirah dengan materi bertajuk “Masa Reproduksi Remaja: Memahami Diri, Menjaga Masa Depan”. Dengan gaya komunikasi yang santai namun tegas, Bidan Sutirah berhasil membawa para remaja memahami fase penting yang mereka jalani. Ia tidak hanya menyampaikan teori biologis semata, tetapi juga menekankan pada aspek psikologis dan sosial.“Masa remaja adalah periode transisi yang penuh gejolak. Tubuh kalian berubah, hormon bergerak, perasaan bisa naik turun. Itu semua normal. Yang penting, bagaimana kita merespons perubahan itu dengan bijak,” ungkapnya di awal pemaparan.

Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup:

  1. Pemahaman Anatomi dan Fisiologi Reproduksi: Dengan menggunakan gambar dan model sederhana, Bidan Sutirah menjelaskan sistem reproduksi pria dan wanita secara jelas, menghilangkan rasa malu dan rasa tabu. Penjelasan tentang menstruasi yang sehat, siklus ovulasi, serta produksi sperma diberikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
  2. Kesehatan Menstruasi dan Gangguan yang Umum Terjadi: Banyak remaja putri mengaku baru memahami secara mendalam tentang siklus menstruasi, cara menghitung masa subur, dan mengenali tanda-tanda gangguan seperti nyeri haid berlebihan (dismenore) atau siklus tidak teratur. Bidan Sutirah menekankan pentingnya konsultasi ke tenaga kesehatan jika menemui keluhan, bukan hanya mengandalkan informasi dari internet atau teman.
  3. Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS: Bagian ini disampaikan dengan sangat hati-hati namun gamblang. Bidan Sutirah menjelaskan berbagai jenis IMS, cara penularan, dan terutama pencegahannya. Pesan utama yang terus digaungkan adalah “Abstinensia atau Menunda Hubungan Seks sampai Menikah adalah Perlindungan Terbaik”, dilanjutkan dengan pentingnya kesetiaan pada pasangan dan penggunaan alat pelindung jika telah menikah nanti.
  4. Bahaya Seks Bebas, Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), dan Aborsi Tidak Aman: Dengan data dan fakta, Bidan Sutirah menyoroti risiko fisik, mental, sosial, dan pendidikan yang dihadapi remaja yang terlibat dalam seks pranikah. Ia menegaskan, satu keputusan salah dapat mengubah masa depan secara drastis.
  5. Pergaulan Sehat dan Menghindari Eksploitasi Seksual: Remaja diajak untuk membangun hubungan pertemanan yang saling mendukung, bukan menjerumuskan. Bidan Sutirah juga mengingatkan tentang bahaya kekerasan dalam pacaran, pelecehan seksual, serta eksploitasi melalui media sosial. “Hargai tubuh kalian, miliki batasan yang jelas, dan berani katakan TIDAK pada perilaku yang membuat kalian tidak nyaman,” pesannya.
  6. Kesehatan Mental Remaja: Tidak ketinggalan, isu stres, tekanan sosial, kecemasan, dan depresi pada remaja turut dibahas. Bidan Sutirah mengajak remaja untuk terbuka, curhat pada orang yang dipercaya, dan tidak ragu mencari bantuan profesional jika beban terasa terlalu berat.

Interaksi dalam sesi ini sangat hidup. Banyak pertanyaan kritis yang diajukan, seperti tentang cara menolak ajakan pacar untuk berhubungan seks, mengatasi jerawat parah yang berkaitan dengan hormon, hingga pertanyaan tentang mitos-mitos seputar reproduksi yang beredar di masyarakat. Bidan Sutirah menjawab semuanya dengan sabar dan ilmiah.

Bidan Adiyati: Posbindu Remaja, Tempat Curhat dan Cek Kesehatan Gratis

Setelah istirahat dan penyajian makanan ringan sehat, sesi dilanjutkan oleh Bidan Desa Penaruban, Adiyati. Fokus materinya adalah “Rutinitas dan Manfaat Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Remaja”. Bidan Adiyati, yang lebih dekat secara emosional dengan warga, menjelaskan bahwa Posyandu Remaja SIGAP ini akan beroperasi secara rutin sebagai Posbindu.

“setiap bulan kita akan ketemu di sini. Ini bukan sekadar tempat pemeriksaan kesehatan biasa, tapi lebih sebagai ‘basecamp’ kalian. Tempat berkumpul, sharing, dan tentu saja, memantau kesehatan,” jelas Bidan Adiyati.

Rutinitas yang akan dilakukan dalam setiap pertemuan Posbindu Remaja meliputi:

  1. Pendaftaran dan Wawancara Awal: Setiap remaja akan memiliki buku pantau kesehatan pribadi. Kader seperti Ibu Warsiti akan melakukan wawancara singkat tentang keluhan kesehatan, aktivitas, dan pola hidup.
  2. Pemeriksaan Antropometri: Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan untuk memantau status gizi (deteksi gizi kurang, gizi lebih, atau obesitas).
  3. Pemeriksaan Tekanan Darah: Deteksi dini hipertensi yang bisa terjadi pada remaja dengan pola hidup tidak sehat.
  4. Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb): Untuk mendeteksi anemia atau kurang darah, yang sangat umum dialami remaja putri dan berdampak pada konsentrasi belajar dan produktivitas.
  5. Konseling dan Edukasi Kelompok/Khusus: Setelah pemeriksaan, akan ada diskusi kelompok dengan tema-tema menarik yang diusulkan remaja sendiri, atau konseling privat dengan bidan untuk masalah yang lebih personal.
  6. Pencatatan dan Rujukan: Data kesehatan akan dicatat rapi. Jika ditemukan masalah yang memerlukan penanganan lebih lanjut, remaja akan dirujuk ke Puskesmas Kutawis atau fasilitas kesehatan lainnya.

“Manfaatnya sangat banyak! Kalian bisa dapat informasi kesehatan yang benar, deteksi dini masalah kesehatan, belajar jadi konselor sebaya, punya kegiatan positif, dan tentu saja, dapat teman baru yang punya visi sama untuk hidup sehat,” tambah Bidan Adiyati. Ia juga memperkenalkan program tambahan seperti kelas olahraga bersama, lomba kreatifitas bertema kesehatan, dan bakti sosial.

Dukungan Nyata Pemerintah Desa dan Testimoni Peserta

Sekretaris Desa Sumarno, dalam keterangannya usai acara, menyatakan bahwa dukungan Pemdes tidak hanya sebatas penyediaan tempat. “Ini adalah program berkelanjutan. Anggaran untuk operasional Posyandu Remaja, termasuk alat pemeriksaan sederhana dan konsumsi, sudah kami alokasikan. Kami juga mendorong Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lain untuk terlibat aktif. Kami ingin Desa Penaruban menjadi contoh desa dengan generasi muda yang sehat dan berprestasi,” paparnya.

KPM Warsiti, sebagai pendamping, terlihat sumringah. “Alhamdulillah, responnya luar biasa. Mereka haus ilmu. Ke depan, kita akan bentuk pengurus Posyandu Remaja dari kalangan mereka sendiri, agar lebih mandiri dan sesuai dengan kebutuhan anak muda.”

Penutup: Sebuah Langkah Awal Menuju Masa Depan Gemilang

Pelaksanaan Posyandu Remaja SIGAP di Desa Penaruban pada Senin, 29 Desember 2025, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka. Ini adalah ikrar bersama untuk melindungi masa remaja, periode emas yang penuh potensi namun juga rawan godaan dan risiko. Kolaborasi yang solid antara Pemerintah Desa (Sekretaris Desa Sumarno dan jajaran), tenaga kesehatan profesional (Bidan Sutirah dan Bidan Adiyati), serta kader masyarakat (Warsiti) telah menciptakan sebuah platform yang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi remaja.Dengan dihadiri 56 orang pada pertemuan kali ini, sebuah angka yang cukup signifikan, menunjukkan besarnya minat dan kebutuhan akan layanan semacam ini. Posyandu Remaja SIGAP Desa Penaruban diharapkan menjadi mercusuar bagi desa-desa lain di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, dalam upaya sistematis membentuk generasi penerus yang SIGAP: Sehat secara fisik dan mental, Inspiratif bagi teman sebaya, Gaul dalam pergaulan positif, Aktif dalam pembangunan, dan Produktif dalam berkarya.Perjalanan masih panjang. Keberlanjutan adalah kunci. Namun, dengan semangat yang terpancar dari Aula Balai Desa Penaruban pada hari itu, optimisme itu nyata. Remaja yang teredukasi, sehat, dan berdaya, adalah investasi terbesar bagi kemajuan Desa Penaruban ke depannya. Merekalah yang akan menuliskan cerita-cerita indah desa mereka di masa mendatang, dimulai dengan kepedulian terhadap kesehatan mereka sendiri hari ini.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan