You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Penaruban
Penaruban

Kec. Bukateja, Kab. Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah

Situs web Desa Penaruban menyediakan berbagai informasi publik, termasuk artikel tentang asal usul desa, data wilayah, dan susunan pemerintahan yang diperbarui secara berkala

PELAKSANAAN PEKERJAAN RABAT BETON DI RT 002 RW 003

Pemdes Penaruban 02 Januari 2026 Dibaca 4 Kali

Judul: Jalan Usang Menuju Perubahan: Rabat Beton Perkuat Infrastruktur dan Semangat Gotong Royong di Lingkungan RT 02 RW 03 Penaruban

Byline: Kontributor Desa Penaruban

Tanggal: 25 November 2925

PENARUBAN, BUKATEJA – Suara gemuruh mesin molen dan sorak-sorai semangat dua puluh satu orang pekerja mengiringi sebuah transformasi penting di Lingkungan RT 02 RW 03, Desa Penaruban, Kecamatan Bukateja. Setelah sekian lama dilanda kesusahan akibat jalan lingkungan yang rusak, berbayang, dan becek di musim hujan, warga kini menyambut dengan sukacita pelaksanaan pekerjaan rabat beton yang sedang digarap secara gotong royong. Proyek vital dengan anggaran mencapai Rp 100.000.000,- yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Provinsi Jawa Tengah ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar permukiman.

Pekerjaan peningkatan jalan dengan metode rabat beton ini mencakup panjang jalan rata-rata 498,3 meter dengan lebar 1,8 meter, menghubungkan puluhan rumah dan menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari warga. Sebelumnya, kondisi jalan yang memprihatinkan kerap menjadi keluhan, terutama bagi para orang tua, anak-anak yang berangkat sekolah, dan mobilitas kendaraan roda dua. Debu di musim kemarau dan kubangan lumpur di musim penghujan telah menjadi pemandangan sehari-hari yang akhirnya berhasil diatasi.

“Alhamdulillah, ini adalah realisasi dari perjuangan dan permohonan warga kami. Jalan yang baik bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga tentang meningkatkan harga diri lingkungan dan mendorong perekonomian warga,” ujar Sutriyono, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang ditunjuk untuk mengawal proyek ini. Didampingi oleh dua anggota TPK lainnya, Johari dan Alifudin, Sutriyono memastikan setiap proses pengerjaan sesuai dengan rencana teknis dan waktu yang telah ditetapkan.

Dengan semangat gotong royong yang masih kental, proyek yang dikerjakan oleh 21 orang pekerja lokal ini berjalan lancar. Pengerjaan yang terhitung sejak tanggal 14 November 2025 dan ditargetkan selesai dalam 12 hari kerja fisik, menunjukkan efisiensi dan komitmen tinggi seluruh pihak. Para pekerja yang sebagian besar adalah warga sekitar tampak bersemangat, karena mereka tidak hanya berkontribusi tenaga, tetapi juga memiliki kepentingan langsung atas hasil akhir proyek.

Proses pengerjaan dimulai dari pemadatan tanah dasar, pembuatan pondasi, pemasangan begisting, hingga pengecoran beton dengan mutu yang telah ditentukan. Setiap tahap diawasi ketat oleh TPK untuk menjamin kualitas. Kehadiran proyek ini juga menggerakkan roda ekonomi setempat, mulai dari pemanfaatan material dari penyedia lokal hingga penyediaan konsumsi untuk pekerja.

“Saya setiap hari lewat sini untuk jualan. Dulu jalannya susah, kadang oleng kalau bawa gerobak. Sekali ini selesai, Insya Allah jadi lebih lancar dan aman,” tutur Sanbasri, salah seorang warga yang dengan antusias menyaksikan proses pengerjaan.

Anggaran sebesar Rp 100.000.000,- yang dialokasikan untuk pekerjaan ini menunjukkan besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pembangunan infrastruktur skala lingkungan. Dana tersebut digunakan secara transparan untuk pembelian material seperti semen, kerikil, pasir, , serta upah tenaga kerja. Keterbukaan pengelolaan dana oleh TPK menjadi kunci penerimaan dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat.

Tidak hanya sekadar proyek fisik, pelaksanaan rabat beton ini telah menjadi perekat sosial. Gotong royong yang terlihat di lapangan mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang dijunjung tinggi di Desa Penaruban. Warga yang tidak terlibat sebagai pekerja juga turut membantu dengan menyediakan minuman atau sekadar menyemangati dari pinggir lokasi.

Kamsir,S.Sos selaku Kepala Desa Penaruban, dalam kunjungannya ke lokasi, menyampaikan apresiasi tinggi. “Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara kebutuhan masyarakat, pelaksana kegiatan, dan dukungan pemerintahan desa. Pembangunan seperti ini, yang langsung menyentuh hajat hidup orang banyak, akan terus menjadi prioritas,” tegasnya.

Dengan terbangunnya jalan rabat beton ini, diharapkan akan terjadi multiplier effect yang positif. Akses yang lebih baik akan meningkatkan nilai properti, memudahkan layanan darurat, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta sehat. Keamanan, terutama di malam hari, juga akan meningkat signifikan.

Proyek yang akan segera terselesaikan ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang partisipatif, transparan, dan mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal selalu menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Jalan sepanjang hampir setengah kilometer yang terbagi menjadi 7 (tujuh) ruas jalan itu kini bukan lagi simbol kesusahan, melainkan jalan penghubung menuju kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga khususnya RT 02 RW 03 dan warga Desa Penaruban pada umumnya. Sebuah langkah beton nyata menuju kemajuan yang inklusif dan dirasakan langsung oleh warga.

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan